Gadis Ahok Dipaksa Baca Syahadat? Video Ini Jawaban Telak

Ella, salah seorang anggota Gadis Ahok, mengaku dipaksa bersyahadat oleh seorang pedagang di Pasar Minggu yang meragukan keislamannya. Hal itu ia ceritakan dengan nada curhat kepada sesama Gadis Ahok lalu videonya disebarkan.

“Tadi saya, kita pas blusukan di Pasar Minggu kan dihadang, diinterogasi sama pedagang. Saya dituduh pakai jilbab asal-asalan,” kata Ella kepada teman-temannya sesama Gadis Ahok.

“Terus dia tanya saya rukun Islam rukun iman. Kayak maksa gitu. ‘Coba baca rukun Islam, baca rukun iman. Syahadat coba.’ Saya jawab, ‘Bapak meragukan keislaman saya?’ ‘Ya bisa jadi, banyak kok orang non Islam sekarang nyamar pakai jilbab’ gitu. Saya sih berusaha mundur ya, tidak mau cekcok sama dia, tapi dia ngikutin sampai dia bawa Hpnya, dia ngerekam. Dia tanya lagi sama saya, ‘coba baca rukun iman, rukun Islam’. Saya jelasin dong, saya dari Gadis Ahok kita di sini mau belanja kebutuhan rumah tangga. E, terkait syahadat, saya ini Islam sejak lahir. Orang tua saya Islam yang taat. Saya besar di lingkungan Muhammadiyah. Kalau mau bukti saya punya KTP yang beragama Islam. ‘Ya coba baca dua kalimat syahadat’, dia maksa gitu. Ya udah saya baca dong,” lanjutnya. 


Benarkah pedagang bernama Fahmi tersebut memaksa Ella membaca dua kalimat syahadat? Ternyata dalam video wawancara antara Fahmi dan Ella tampak bahwa Fahmi sama sekali tidak meminta –apalagi memaksa- Ella membaca syahadat. Fahmi hanya menanyakan rukun Islam dan rukun iman kepada Ella.

Justru Ella membaca syahadat tanpa diminta. 

“Bapak perlu saya bacakan rukun Islam?” tanya Ella.

“Boleh juga, itu kan pertanyaan saya”

“Yang pertama, syarat menjadi seorang muslim kita harus mengucapkan dua kalimat syahadat. Yang dalam pengucapan dua kalimat syahadat itu, bismillahirrahmanirrahim… asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadan rasulullah. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasulullah,” kata Ella.

Ella bersama Gadis Ahok
loading...